
Tatap muka kita seraya bertanya, apakah mata ini yang kelak dapat menatap penuh kelezatan dan kerinduan, menatap Allah Maha Agung, keindahan surga Ataukah mata akan terbeliak, melotot, terburai ditusuk baja membara. Akankah mata ini akan menyelamatkan.
Lalu tataplah mulut, Apakah mulut ini diakhir hayat dapat menyebut laailaahaillaah Ataukah akan menjadi mulut berbisa yang menjulur dan diakhirat akan memakan buah zakum yang getir menghanguskan dan menghacurkan setiap usus, saking terlalu banyak dusta,ghibah dan fitnah
Sesungguhnya saat bercemin adalah saat yang tepat agar kita dapat mengenal dan menangisi diri ini.(pesan dari mbak evi : rumah zakat Indonesia)