Tampilkan postingan dengan label Renungan diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan diri. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Juni 2010

KITA HARUS BERUBAH


KITA HARUS BERUBAH

Tidak sedikit orang dewasa yang hidup dalam masa lalu
Atau yang hidup dalam pengandaian masa depan.
Bahkan lebih banyak lagi yang tidak mengetahui
Bahwa dia seharusnya hidup sepenuhnya hari ini.

Jadikanlah diri anda orang yang mencontohkan kegembiraan
Jadikan diri anda orang yang memenangkan kehidupan
Memberi semangat bagi yang berputus asa
Menjadi penerang dalam kegelapan
Menjadi pemerhati dan penolong bagi penderitaan orang lain
Orang yang beruntung adalah orang yang memberi manfaat dalam kehidupan

Nyawamu adalah serpihan indah dari keberadaan Tuhan
Jiwamu adalah titisan dari Cinta Kasih dan Sayang Tuhan
Yang dia titipkan pada kemuliaan hatimu.
Dan akan kembali pada Allah saat pelayananmu selesai dalam kehidupan ini.

Bila kau mempunyai kekuatan
Mengapa tidak kau gunakan kekuatanmu
Untuk mengadakan perubahan-perubahan kecil
Yang mengantarkanmu pada keberhasilan pada hari kebebasan?

Bukan kurangnya pengetahuan yang menghalangi keberhasilan
Tetapi tidak cukupnya tindakan yang dilakukan

Bukan kurang cerdasnya pemikiran yang melambatkan perubahanmu
Tetapi kurangnya penggunaan dari pemikiran dan kecerdasan

Bukan banyaknya hambatan yang menghalangi keberhasilanmu
Tetapi banyaknya keraguan yang merasuk jiwamu ,
Yang kau biarkan tumbuh dan berkembang

Bukan karena kau lemah tidak mempunyai kekuatan yang menyebabkan kegagalanmu
Tetapi kelemahan jiwamu yang membayangkan kegagalan
Bahkan sebelum kau memulainya.. ..

Bukan kemiskinan yang menghalangi kesuksesanmu
Tetapi pemikiran tentang dugaan-dugaan yang belum tentu kau temui
Lihatlah disekelilingmu, berapa banyak orang sukses berasal dari keluarga
sederhana, papa, kurang mampu dan miskin, tetapi mereka tidak miskin jiwa
dan mereka kaya hati...
Dan kau adalah salah satu dari mereka yang kaya jiwa dan kaya hati...

Kapan kau akan memulainya?
Ambil Tindakan...!
Berani mengambil tindakan akan membangun keberadaan dirimu
Menjadi kebanggaan turunanmu dan Allah pun bangga padamu
Bangunkan keberanianmu dalam mengambil tindakan
Untuk mengadakan perubahan
Hingga kau membangun kemuliaan dirimu

Hanya orang-orang yang menyadari dirinya berada dalam suatu perjalanan -
yang berkelanjutan yang akan membangun kualitas prima ,
Yang akan berada dalam puncak keberhasilan
Dunia adalah perjalanan yang harus diisi dengan segala kebaikan
Untuk mencapai puncak keberhasilan
Dan Puncak keberhasilan itu adalah kehidupan akhirmu kelak

Hiduplah dalam batasan hari ini
Hari yang setiap detiknya, setiap menitnya, setiap waktunya
Harus diinvestasikan untuk kebahagiaanmu kelak

Tidak usah hidup dalam bayang-bayang masa lalu yang dapat melemahkan
jiwamu,
Bila masa lalu itu penuh kesedihan.
Tidak ada yang bisa diambil dari masa lalu kecuali pelajaran dan penasehat
Agar langkah tidak kembali salah...

Jangan berangan-angan tentang masa depan
Karena masa depan belum tentu datang

Hiduplah dalam batasan hari ini, yang setiap detiknya diisi dengan segala kebaikan
Bila hari ini baik, maka hari esokpun akan lebih baik
Hari esokmu ditentukan bagaimana kamu di hari ini.
Sebab hari esok akan menjadi "hari ini" pada keesokan harinya.

Hidup adalah kesempatan dan tindakan
Hidup adalah mengkonversikan kesempatan menjadi kenyataan
Hidupmu adalah hari ini, hari yang engkau isi dengan segala kebaikan
Hidupmu adalah perubahan yang dinamis
Jadikan hari ini sebagai kesempatan
Untuk menjadi pribadi yang baik dan mulia disisi Tuhanmu...
InsyaAllah.. .

***
Jibril pernah berkata kepada Rasulullah SAW :
1. Wahai Muhammad, hiduplah engkau seberapapun lamanya , namun engkau pasti
akan mati.
2. Cintailah siapa saja yang engkau sukai , namun engkau pasti akan berpisah dengannya
3. Beramallah semaumu, namun engkau pasti akan mendapat balasannya “

Setiap perbuatan baik akan dibalas dengan kebaikan ( berupa pahala disurga); begitu pula sebaliknya, setiap amal yang buruk pasti dibalas dengan keburukan ( dalam bentuk siksaan di neraka) (HR Baihaki)

Wallahuaalam bishowab

Oleh : Bulan Cahaya
Sebuah renungan dari sahabat relawan pelangi

Senin, 07 Juni 2010

Berhenti Sejenak...



“Sesungguhnya manusia itu benar benar dalam kerugian, kecuali orang orang yang beriman dan beramal sholeh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi ketaatan “
[103 : 1-3]

TEMAN
Mari berhenti sejenak..
merenung dalam diri
Apa hakekat hidupmu teman ?

“ Dan ingatlah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan mereka untuk menyembah dan beribadah kepada-Ku “ [51:56]

Apa yang kita lakukan hari ini ??

“…Dan (ingatlah) tiap-tiap sesuatu Kami catatkan satu persatu dalam Kitab yang jelas dan nyata “ [36:12]

TEMAN, APAKAH HAKEKAT HIDUP INI??

“Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah megahan antara kamu serta berbangga banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan petani dan kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya menjadi kuning kemudian menjadi hancur Dan akhirat nanti ada azab yang keras dan ampunan dari ALLAH dan keredhaan-Nya dan kehidupan ini tidak lain adalah kesenangan yang menipu” [57 : 20]

“APAKAH KITA MASIH RAGU RAGU ??”

“Turunnya Alquran yang tidak ada keraguan Padanya adalah dari Tuhan semesta alam” [32:2]

Siapakah yang menurunkan ayat ayat ini ?

“Kitab ini diturunkan dari ALLAH yang MAHA PERKASA lagi MAHA BIJAKSANA “ [45 : 12]
Mengapa kadang kita terasa susah mau menerima??

“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan AlQuran untuk pelajaran, maka adakah orang ornag mengambil pelajaran” [54 : 17]
“Namun, masih ada diantara kita memandang ALQURAN dengan sebelah mata……… Maka patutkah kamu menganggap remeh Alquran ini “ [56 :81]

TEMAN
Kita terlalu berlomba lomba mencari duit dan kesenangan dunia, tapi Allah berkata

“ Berlomba lombalah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan syuga yang luasnya seluas langit dan bumi…yang disediakan bagi orang orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya Itulah Karunia Allah, diberikanNya kepada siapa yang di kehendaki-Nya dan ALLAH mempunyai karunia yang besar” [57:21]

Owh Betapa pengasihnya Allah kepada hambaNya

“Sesungguhnya kedidupan ini adalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman serta bertaqwa Allah akan memberikan pahala kepadamu dan dia tidak akan meminta harta-hartamu” [47:36]

Jadi…
Inikah kehidupan kita..??

“Dan ingatlah kehidupan dunia ini meliputi segala kesenangan dan kemewahannya jika dinilaikan dengan kehidupan akhirat tidak lain hanyalah ibarat hiburan dan permainan …dan sesungguhnya negeri akhirat itu ialah kehidupan yang sebenar-benarnya kalaulah mereka mengetahui” [29:64]

Tapi…
Lamakah hidup didunia ini????

“Kamu tidak tinggal di dunia melainkan sedikit masa saja, kalau kamu dahulu mengetahui hal ini tentulah kamu bersiap sedia” [23:114] “Hakikatnya kehidupan dunia atau akhirat yang lebih baik?? Dan sesungguhnya akhirat itu lebih baik untukmu dari dunia “ [93:4]

Jika kita mengetahui, apa yang kita perbuat TEMAN??

“Sekali kali jangan demikian, sebenarnya kamu mencintai kehidupan dunia dan melupakan kehidupan akhirat” [75 :20-21]
Teman, apakah kamu masuk surga???

“Adakah kamu menyagka bahwa kamu akan masuk surga padahal belum nyata bagi ALLAH orang orang yang berjihad diantara kamu dan (belum lagi) nyata orang orang yang sabar dan cekal hati dalam perjuangan” [3:142]

TEMAN
Siapakah yang lebih baik menjadi tempat kita bergantung dan memohon pertolongan dalam mencapai cita cita murni kita yaitu surga??

“Tidak ada bagimu selain daripadaNya seorang penolongpun dan tidak seorang pemberi syafaat Maka, apakah kamu tidak memperhatikan??” [32:4]

TEMAN YUK KITA SENANTIASA MUHASABAH DIRI AGAR SENANTIASA DALAM LANDASAN AGAMA-NYA SENANTIASA MENTADABBURI AYAT AYAT ALLAH AGAR HATI SENANTIASA HIDUP DENGAN CAHAYA KEIMANAN AMIN..AMIN..AMIN..YA RABBAL ALAMIN




Minggu, 06 Juni 2010

Hati Nurani Seekor Harimau

inilah Rahmat Alloh yg di limpahkan pada mahluk-Nya agar saling mengasihi. Seekor harimau, memangsa kera betina yg sedang hamil, setelah membunuh dan menyeretnya tiba-tiba terkeluarlah janin (anak) dari perut kera tersebut, lantas apa yg di lakukan oleh harimau tersebut.....? Subhaanallooh.. seakan ia menyesal telah membunuh ibu kera, lantas ia mengasihi, merawat dan melindungi anak kera tersebut.. selamat menikmati, semoga dapat dijadikan renungan buat kita semua..!!


Kamis, 08 April 2010

Renungan Indah

Renungan Indah - W.S. Rendra

Seringkali aku berkata,
Ketika semua orang memuji milik-ku
Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan
Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya

Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya:
Mengapa Dia menitipkan padaku ???
Untuk apa Dia menitipkan in padaku ???

Dankalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ???
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?

Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah,
Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita.

Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku.
Aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil, lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan, seolah semua "derita" adalah hukum bagiku.
Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:
Aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku.

Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku",
Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku
Gusti, Padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untuk beribadah.

"Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"....
(Puisi terakhir Rendra yang dituliskannya di atas ranjang Rumah Sakit)

Rabu, 29 Oktober 2008

Aku Ingin Lebih Baik

Aku ingin lebih baik dan lebih baik lagi kehidupanku ...
Aku ingin benar-benar memaknai arti hidup sesungguhnya.
Aku ingin kembali ke fitrah jalan sebenarnya.
Aku ingin mencari jalan menuju surga NYA.

Aku ingin lebih baik lagi ...
Aku ingin bertaubat atas kesalahan yang selalu diperbuat.
Aku ingin orang memaafkan kesalahanku.
Aku ingin membahagiakan orang lain.

Aku ingin lebih baik lagi ...
Aku ingin Allah memaafkan segala kesalahan, kealpaan, dan kecuranganku.
Aku ingin berjalan lurus, sederhana, dan tidak menyusahkan orang lain.
Aku ingin berkumpul di surgaNYA bersama dengan orang tua, suami, anak dan ahli surgaNYA.
Aku ingin ...

Dengan banyaknya keinginan yang harus kuperoleh, kupenuhi dan kuperjuangkan. Aku harus mulai darimana???
Pertanyaan seperti itu muncul berkali-kali, ketika kesekian kali aku diberi kesempatan untuk menyadari arti hidup. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang sudah Allah beri hingga saat ini. Ya Allah kuatkan dan beri aku petunjukMU untuk dapat menyusuri jalanMU. Amien.

Entah apa pendapat orang lain yang pernah mengenalku ataupun yang sedang mengenalku. Mungkin ada yang akan mentertawakanku ...
Ada yang mendukungku ...
Ataupun ada yang mengikutiku ... :D
Mari berusaha ke arah yang lebih baik lagi,
Memaknai hidup yang sebenarnya.

Semoga aku dapat istiqamah, amien.

Ya Allah yang Maha Pengampun,
Ampunilah segala kesalahan yang ada pada diri Hamba.

Wahai manusia di muka bumi ini ...
Yang pernah tersakiti olehku,
Yang pernah ku benci,
Yang pernah ku beri ketidak adilan,
Yang mungkin hutangku belum ku bayar,
Dengan kerendahan hati dan ketulusan ...
Aku memohon maaf atas semua.
Semoga maaf itu aku dapatkan, hingga aku dapat menjalani hidupku dengan tenang dan penuh maaf ...

Ada kutipan dari buku yang kubaca, syair nasyid "Astaghfirullah" yang AA Gym ciptakan karena keteduhan seorang kiai.

Astaghfirullah rabbal baraya
Astaghfirullah minal khataya

Hidup di dunia sebentar saja
Sekadar mampir sekejap mata
Jangan terpesona
Jangan terpedaya
Akhirat nanti tempat pulang kita
Akhirat nanti hidup sebenarnya

Barangsiapa Allah tujuannya
Niscaya dunia akan melayaninya
Namun siapa dunia tujuannya
Niscaya 'kan letih dan pasti sengsara
Diperbudak dunia sampai akhir masa

Kasih sayang Allah Maha Mempesona
Betapa pun kita mengkhianati-NYA
Tiada terputus curahan nikmat-NYA
Selalu dinanti kembali pada-NYA
Selalu dinanti bertaubat pada-NYA

Allah melihat, Allah mendengar
Segala sikap dan kata kita
Tiada nan luput satu pun jua
Allah takkan lupa selama-lamanya
Allah takkan lupa selama-lamanya
Ingatlah maut yang pasti menjemput
Putuskan nikmat dan cita-cita
Tiada tertolak tiada tercegah

Bila ajal tiba pun berakhir sudah
Bila waktu hidup berakhir sudah

Tubuhpun kaku terbungkus kafan
Tiada guna harta pangkat jabatan
Tinggallah penyesalan
Menanti peradilan yang menentukan
Menanti peradilan yang menentukan

Wahai sahabat cepatlah taubat
Karena ajal kian mendekat
Takutlah azab yang mengerikan
Siksa jahanam sepanjang zaman
Siksa jahanam sepanjang zaman

Allah pengampun penerima taubat
Walaupun dosa sepenuh jagat
Wahai sahabat cepatlah taubat
Karena ajal kian mendekat
Karena ajal kian mendekat.