Minggu, 09 Mei 2010

Ayuk Memotivasi Diri...SEMANGAT

Tidak jarang kita berpikir, mengeluarkan perkataan baik langsung atau tidak langsung atau mungkin menuliskan status difacebook malah akan memperlemah diri sendiri.
Seperti “ duh lagi pusing nih…” “lagi males….”, dll, yang membuat kita malas untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat.

Mengapa tidak menuliskan status yang dapat memotivasi diri atau memotivasi orang lain. Nah…sering kan kita malas untuk menjalankan sunnah rasulullah seperti shalat tahajud, syaum sunah, shalat berjamaah, dll
Salah satu cara untuk dapat melaksanakan sunah Rasul dengan ringan adalah dengan memotivasi diri kita, karena orang berbuat sebagian besar dipengaruhi oleh motivasi. Dibawah ini contoh memotivasi diri kita melaksanakan sunah Rasul..

Ayuk shalat Tahajud….
Saya harus bisa tahajud..
Saya harus tahajud..
Saya harus tahajud..
Tahajud itu nikmat…
Tahajud Jalan keselamatan..
Tahajud Jalan kemuliaan..
Dengan tahajud kuat meghadapi hidup ini
Dengan tahajud membuka pertolongan Allah
Dengan tahajud akan disayang oleh Allah
Dengan tahajud pintu menuju surga

Nah, habis memotivasi diri kita seperti ini, insyaallah Allah kan membangunkan kita untuk shalat tahajud..

Ayuk shaum sunnah
Saya kuat…
Saya kuat…
Dengan syaum lebih terpelihara
Dengan syaum doa lebih mustajab
Dengan syaum nafsu terkendali
Dengan syaum amarah tertata,
Dengan syaum pandangan terjaga,
Dengan syaun pahala tidak terhingga
Dengan syaum menyehatkan badan
Dengan syaum pintu menuju surga

Ayuk Shalat berjamaah
Harus berjamaah…
Harus berjamaah..
Dengan shalat berjamaah, pahala banyak
Dengan berjamaah disayang Allah
Dengan berjamaah, tali silaturrahmi tetap terjaga.
Dengan berjamaah, satu langkah ke masjid dapat menebus dosa
Dengan berjamaah, pintu menuju surge.
Harus bisa,
Harus bisa,
Harus bisa,
kalau orang lain bisa mengapa aku gak bisa..SEMANGATTTTTTTTTTT..


Mudah mudahan kita semua digolongkan termasuk orang yang dapat memotivasi diri dan Istiqomah menjalankan perintah-Nya. Amin

Kado buat temanku........

Teruntuk Teman ku yang hari ini Milad, Semoga kado ini bermanfaat

Detik berganti detik, Menit berganti menit, Jam berganti jam, Hari berrganti hari, Bulan berganti bulan, akhirnya tahun berganti tahun, menambah satu tahun umur dirimu
Sebuah kehidupan yang tiada tara indahnya
Dirimu untuk merintis tujuan….
Dirimu untuk memberi kebaikan kepada orang lain….

Dirimu untuk mempelajari hal baru….
Dirimu untuk memberi senyum…
dan Dirimu untuk menikmati hari ini…
serta semoga kedepannya, Dirimu bersama orang yang disayangi….
Waktu tak dapat ditunda, tak dapat ditahan dan tak mungkin ada yang mampu mengulang.
Allah menggunakan cara-cara yang unik untuk mendidik kita.
Allah memberi Kekuatan… dengan cara memberi kesulitan-kesulitan untuk membuat kita tegar.
Allah memberi kebijakan… dengan cara memberi berbagai persoalan hidup untuk diselesaikan agar bertambah bijaksana.
Allah memberi kemakmuran…dengan cara memberi Otak dan Tenaga untuk dipergunakan sepenuhnya dalam mencapai kemakmuran.
Allah memberi Keteguhan Hati…dengan cara memberi Bencana dan Bahaya untuk diatasi.
Allah memberi Cinta…dengan cara memberi orang-orang bermasalah untuk diselamatkan dan dicintai.
Allah memberi Kemurahan Kebaikan Hati…dengan cara memberi kesempatan-kesempatan yang silih berganti.
Semoga kita makin mengerti ini, sehingga apapun yang terjadi, kita terus dapat tersenyum dan mengucapkan “ALHAMDULILLAH” di hati dan di bibir kita.
Waktu tak dapat ditunda, tak dapat ditahan dan tak mungkin ada yang mampu mengulang, Itu artinya, umurmu pun berkurang. Dirimu... semakin dekat ke liang lahat.

Sebelum terlambat… selama kita masih diberikan nafas oleh Allah…
Mari kita cintai Allah dengan sepenuh hati
Dekati Allah… Jaga selalu Allah dihatimu… Ingatlah Allah dimanapun kamu berada

Karena pencarian hidup seorang mukmin adalah menuju Allah..
Mencari ridhaNya..

Luruskan niat mu, perbaiki niatmu, dengan niat yang sungguh-sungguh karena Allah & mengharapkan ridha Allah… mulai hari Ini… sekarang Juga… Dan Jangan menundanya sampai besok…
Karena belum tentu esok hari masih bisa bernafas…

Dirikanlah solat 5 waktu tepat waktunya & jangan menunda-nundanya
Dan janganlah kamu simpan kitab mu didalam lemari atau meja sehingga penuh debu, tapi bacalah kitab Suci mu Al Quran & pelajari makna yg terkandung didalamnya
Sedekahkanlah sedikit rezeki mu kepada orang-orang yg kurang mampu
Perbanyaklah mengingat Allah dengan selalu berzikir & bertasbih
Dan janganlah kamu selalu menuntut hakmu kepada Allah… padahal kamu sering lalai menjalankan kewajibanmu kepada Allah

Tetaplah berprasangka baik kepada Allah, Karena sesungguhnya Allah sangat menyayangi & mencintaimu…

Temanku
Semoga Allah memberkahi sisa umurmu,
mari menangguk pahala, meraih rahmat dan ampunan Allah sebanyak-banyaknya sekarang juga. Perbanyaklah dzikir, bersedekah, berjihad dan beramal shalih.....Tak ada kata terlambat untuk melakukan kebaikan. Sekarang dan jangan tunda-tunda lagi niat baik mu.... Semoga Allah meneguhkan kekuatan untuk melakukan kebaikan yang dirimu niatkan...
Amiiin.

Dengan bertambah umurmu ini, saya ucapkan
Met Milad untukmu,
Semoga Di umur yang baru ini, membuatmu sadar bahwa sebenarnya ulang tahun bukanlah pertambahan umur melainkan semakin berkurangnya jatah kehidupan kita. Dan sebelum ajal menjemput, mari kita bersama-sama melakukan yang terbaik.

Doing the best..
dan sekali lagi
Met Milad
selamat ulang tahun…..

Sugeng tanggap warsa
Happy birthday to You...


zaenal
(Temanmu)

KEMBALI KE MENU UTAMA

Rabu, 05 Mei 2010

Aku merindukan seorang SAHABAT.

Selama ini alhamdulillah aku mempunyai banyak teman (teman kampung, teman sd, teman smp, teman sma, teman kuliah, teman kerja, teman main dan teman lainnya), saudara (saudara kandung, kakak, mbak, pakde, bude,paklek, bulek, dll), sudah ratusan teman yang aku kenal, namun mencari sahabat kok begitu sulit. Maksud dari SAHABAT disini adalah “DIA SELALU BERSAMA KITA SAAT SEDIH MAUPUN SENANG, NAMUN TIDAK ITU SAJA DIA YANG SENANTIASA MENGINGATKAN UNTUK SELALU DEKAT DENGAN-NYA”. SAHABAT disini bukan sebagai istri atau suami ya. Kalau suami atau istri itu sahabat sejati..hohoho.

Selama ini kebanyakan teman ada kalau pas acara kumpul-kumpul, nonton, merayakan reuni, acara syukuran, dll. Namun disaat untuk diajak menjenguk teman yang sakit, ada aja alasan untuk tidak ikut, padahal kan itu salah satu kewajiban kita terhadap saudara lo, sunnah rosulullah. Kebanyakan teman ada jika pas dalam suasana senang, sulit mencari sesosok SAHABAT.

Bahkan teman yang senantiasa untuk mengingatkan untuk senantiasa dekat dengan-Nya sangatlah sedikit, mungkin hanya teman ngaji, liqo dan murabbi.
Biarpun teman banyak dan merasa masih kurang, belum tentu aku juga SAHABAT buat dia. Namun aku berharap semoga aku bisa jadi SAHABAT buat teman-temanku. Meskipun tidak menyapa, tidak bertatap muka, semoga tulisan tulisan diblog ini, membuat teman-teman untuk senantiasa ingat kepada-Nya. Dan semoga Allah senantiasa memudahkan langkah ini untuk dibarisan depan ketika teman sedang senang atau sedih.

Teman, aku merindukan seorang SAHABAT.

Sahabat yang beriman ibarat mentari yang menyinar. Sahabat yang setia bagai pewangi yang mengharumkan. Sahabat sejati menjadi pendorong impian. Sahabat berhati mulia membawa kita ke jalan Allah.

Minggu, 02 Mei 2010

Intelijen Nabi bagian I

Materi ini saya dapatkan waktu ikut dauroh minggu kemaren yang dibawakan oleh Ustadz Agus Fanar Syukri. Ternyata ilmu intelijen ini sudah ada lho waktu jaman Nabi. Tidak cuma dipelajari di TNI dan Polri saja, Alquran dan Hadits banyak yang menerangkan mengenai kegiatan intelijen Nabi.

Kita bahas dulu mengenai pengertian intelijen, Intelijen dapat diklasifikasikan menjadi :

1. Pengetahuan

Berupa proses pengumpulan unsur unsur utama yang tersembunyi dari sebuah informasi, selanjutnya diolah, dianalisis menjadi produk intelijen(informasi yg telah dinilai dan ditafsirkan yang digunakan sbagai bahan dalam membuat perencanaan atau keputusan atau tindakan

2. Kegiatan

Intelijen adalah gerakan atau aksi berbagai kegiatan dan operasi intelijen yang dilakukan sau orang atau group kecil petugas intel. Gerakan ini berupa penyelidikan, pengamanan dan penggalangan. Kegiatan intelijen yang identik dengan memata-matai sebenarnya hanyalah salah satu dari pekerjaan/tugas untuk mengumpulkan informasi bagi kebutuhan intelijen itu sendiri

3. Organisasi

Berupa garis komando yang jelas, rapid an rahasia. Jaringan intelijen yang tertata baik, tertutup, dan tersamar dengan jejak terbungkus rapi akan sulit terendus pihak lawan. INtelijen sebagai organisasi adalah badan yang dipergunakan untuk menghasilkan produk produk intelijen dan alat yang digunakan untuk dapat melakukan aktivitas intelijen sesuai dengan fungsinya.

Kalimat yang digunakan dalam bahasa arab yang berkenaan dengan kegiatan intelijen adalah

1. tajassasa yang berarti “memata-matai”

2. Tahassus “mendengar-dengarkan”

3. Rashada “menyelidiki”

4. Tarashshud, taraqqub “pengintaian penyelidikan

Kalimat tahassus terdapat dalam firman Allah surat Yusuf 87

Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang YUSUF dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. (QS. 12:87) Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang YUSUF dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. (QS. 12:87)

INTELIJEN DALAM ALQURAN DAN HADIST

Bidang Intelijen merupakan komponen utama dalam rangkaian dakwah yang juga mendapat tutunan langsung dari Allah SWT. Merujuk pada pengertian intelijen dan cakupan kegiatannya. Al-Quran menerangkan dan memberikan tuntunan tehadap kegiatan intelijen. Alquran menerangkan pentingnya intelijen sebagai salah satu sistem kewasdaan dan pertahanan, sebagaimana dalam firmanNya

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggetarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). (QS. 8:60)

Prinsip kewasdaan yang menjadi prinsip dasar kegiatan intelijen, dalam islam tidak bertitik tolak dari perasaan curiga (su’uzhan). Ia merupakan sistem peringatan dini terutama dalam kondisi kritis. Karenanya tidak semua permasalahan dan sasaran boleh diintai atau diselidiki. Hanya pada kondisi dan terhadap subjek yang berpotensi yang dapat mengancam hak hak dasar manusia melalui pengintaian dan penyelidikan. Seperti pada saat perang, sebagaimana firman-Nya Qs.At-Taubah 5)

Berikut kegiatan intelijen yang digambarkan dalam Al-Quran

1. Menilai sumber informasi

Untuk memperoleh penjelasan tentang intelijen menurut pandangan Al-Quran, dapat dilihat dari komponen terpenting dalam kegiatan intelijen yakni informasi. Informasi dalam dunia intelijen merupakan bahan utama, oleh karena itu Alquran mengarahkan untuk meneliti informasi.

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (QS. 49:6)

2. Melengkapi dan Meneliti Kebenaran Data

Data yang sudah lengkap dan siap untuk dijadikan laporan sebagai pertimbangan dalam membuat keputusan atau kebijakan, masih harus diseleksi kembali hingga didapatkan data yang benar, lengkap dan akurat. Data harus tercipta dari lapangan dan dijamin kebenarannya, tidak dibuat-buat,. Al-Quran telah memberikan ajaran tentang cara-cara melengkapi data dan mencari kebenaran dari data tersebut. Sebagaiman ayat ayat yang menerangkan peristiwa injelijen yang menyangkut tentang Nabi Yusuf. Allah berfirman

Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Rabbnya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba kami yang terpilih. Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga koyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu dimuka pintu. Wanita itu berkata: Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud serong dengan isterimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih?. Yusuf berkata: Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya), dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya: Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar, dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta. Yusuf berkata: Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya), dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya: Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar, dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta (Qs. Yusuf 24-26).

Cara melengkapi data dan mencari kebenaran dalam ayat-ayat di atas terdiri dari beberapa langkah :

1. Pengumpulan data yg ada dilapangan

2. Meneliti data dan menghasikan fakta

3. Fakta yang ada diperkuat dengan adanya data pendukung baik itu saksi maupun faktor lain.

Dalam peristiwa Nabi Yusuf, informasi didalamnya menentukan siapa yang melakukan kesalahan atau yang berada pada posisi pelaku. Dalam konteks ini perlu ditetapkan variabel-variabel yang didapatkan dari lapangan. Data-data yang terkumpul dari lapangan adalah sobeknya baju Nabi Yusuf. Ini merupakan variabel tak bebas, karena merupakan akibat dari sebuah sebab yang mendahuluinya. Tentunya ada variabel bebas yang menyebabkan sobeknya baju tersebut. Disamping itu, letak sobekan baju merupakan pertimbangan yang sangat penting dalam menentukan siapa pelaku.

3. Kontraintelijen yang ikhsan.

Dan merekapun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari. (QS. 27:50)

Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Akupun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya (QS. 86: 15-16)

Tipu daya yang dilancarkan oleh pihak lawan, harus ditangkal dengan operasi intelijen tandingan, yakni melalui kontraintelijen yang dilakukan secara diam-diam. Kontraintelijen melakukan deteksi dini terhadap sepak terjang operasi intelijen lawan, tentang apa saja yang mereka lakukan, seperti menyebarkan isu, propaganda atau kegiatan mata-mata. Seperti yang dilakukan pembesar kafir Quraisy untuk menahan laju perkembangan dakwah islam. Mereka menyebarkan isu bahwa Alquran adalah dongeng dongeng masa lalu, Nabi Muhammad adalah tukang sihir, penyair, dan kadang mereka mengatakan Nabi orang gila. Tidak cukup sampai disitu, mereka menyusun strategi untuk memenjarakan, mengusir bahkan membunuh Nabi

Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Qurais) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu, atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya. (QS. 8:30)

Selanjutnya dalam ayat berikutnya

Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar. (QS. 86:17)

Ayat memberikan tuntunan untuk tidak tergesa gesa dan melaksanakan operasi kontraintelijen dengan ekstra hati-hati dan teliti. Dan balasan yang dilancarkan terhadap musuh tidak boleh berlebihan karena dalam dunia intelijen islam senantiasa menjaga moral dan menjunjung tujuan utama dari risalah islam. Sebagaimana firmanNya

Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. (QS. 16:126)

Demikianlah, dan barangsiapa membalas seimbang dengan penganiayaan yang pernah ia derita kemudian ia dianiaya (lagi), pasti Allah akan menolongnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. (QS. 22:60)

Diayat lain Allah memberikan tuntunan untuk melakukan kontaintelijen dengan cara yang lebih baik dan beradap, tidak terjebak dengankepentingan sesaat dan tujuan yg pendek atau dengan cara-cara yg tidak sesuai dengan tuntunan islam.

Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan. (QS. 23:96)

Ayat ini mengarahkan untuk melakukan counter terhadap perbuatan buruk atau usaha usaha intelijen lawan dengan cara yang lebih baik dan sistematis. Melalui perencanaan, siasat, taktik dan pengorganisasian yg baik, terukur dan tepat sasaran.

Untuk sementara ini dulu yang dapat saya sampaikan mengenai intelijen Nabi, masih banyak lagi di dalam Alquran dan Hadits mengenai kegiatan intelijen yang belum saya tulis, dan juga bagaimana konsep kegiatan intelijen dalan islam. Semoga bermanfaat, dan semoga tangan ini masih diberikan kemudahan dalam menulis kembali. Amin

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS.41:33)

Selasa, 20 April 2010

BERSYUKUR....BERSYUKUR...DAN BERSYUKUR YUK...

Sumber : MILS STSN 3

If you think you are unhappy, look at them




If you think you don't have many friends...


When you feel like giving up, think of this man


If you think you suffer in life, do you suffer as much as he does?


If you complain about your transport system, how about them?


If your society is unfair to you, how about her?









Selasa, 13 April 2010

Ingat Allah Yukk...

Engkau bangun AKU tahu, engkau mandi AKU tahu, engkau
makan AKU tahu, engkau kerja AKU tahu, engkau tidur
AKU tahu, sampai engkau matipun AKU tahu.. tapi selama hidupmu apakah engkau mau tahu kalau AKU SELALU TAHU ?

Surat CINTA dari Allah SWT

Saat kau bangun pagi hari,AKU memandangmu dan
berharap engkau akan berbicara kepada KU, walaupun hanya
sepatah kata meminta pendapatKU atau bersyukur kepada KU atas sesuatu hal yang indah yang terjadi dalam hidupmu hari ini atau kemarin ...........

Tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan diri untuk pergi bekerja

AKU kembali menanti saat engkau sedang bersiap, AKU tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk berhenti dan menyapaKU, tetapi engkau terlalu sibuk

Disatu tempat, engkau duduk disebuah kursi selama lima belas
menit tanpa melakukan apapun. Kemudian AKU Melihat engkau menggerakkan kakimu..
AKU berfikir engkau akan berbicara kepadaKU tetapi engkau berlari ke
telephone dan menghubungi seorang teman untuk mendengarkan kabar terbaru...

AKU melihatmu
ketika engkau pergi bekerja dan AKU menanti dengan
sabar sepanjang hari. Dengan semua kegiatanmu AKU berfikir engkau terlalu sibuk mengucapkan sesuatu kepadaKU..

Sebelum makan siang AKU melihatmu memandang sekeliling,
mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepadaKU,
itulah sebabnya mengapa engkau tidak menundukkan kepalamu. Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan melihat beberapa temanmu berbicara dan menyebut namaKU dengan lembut sebelum menyantap rizki yang AKU berikan,
tetapi engkau tidak melakukannya ............ .

Masih ada waktu yang tersisa dan AKU berharap
engkau akan berbicara kepadaKU, meskipun saat engkau pulang
kerumah kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan..
Setelah tugasmu selesai, engkau menyalakan TV, engkau menghabiskan banyak waktu setiap hari didepannya, tanpa memikirkan apapun dan hanya menikmati acara yg ditampilkan.
Kembali AKU menanti dengan sabar saat engkau menonton TV dan menikmati makananmu tetapi kembali kau tidak berbicara kepadaKU .........

Saat tidur, KU pikir kau merasa terlalu lelah. Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu, kau melompat ketempat tidur dan tertidur tanpa sepatahpun namaKU, kau sebut. Engkau menyadari bahwa AKU selalu hadir untukmu. AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari.
AKU bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain.. AKU sangat menyayangimu, setiap hari AKU menantikan sepatah kata, do'a, pikiran atau syukur dari hatimu.

Keesokan harinya ...... engkau bangun kembali
dan kembali AKU menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini
kau akan memberiku sedikit waktu untuk menyapaKU ........ Tapi yang KU
tunggu ........ tak kunjung tiba ........ tak juga kau menyapaKU.

Subuh....... . Dzuhur .......
Ashyar .......... Magrib
.......... Isya dan Subuh kembali, kau masih mengacuhkan AKU .....
tak ada sepatah kata, tak ada seucap do'a,dan tak ada rasa, tak ada harapan dan keinginan untuk bersujud kepadaKU
..........

Apa salahKU padamu ...... wahai UmmatKU????? Rizki yang KU
limpahkan, kesehatan yang KU berikan, harta yang KU relakan,
makanan yang KU hidangkan, anak-anak yang KUrahmatkan, apakah hal itu tidak membuatmu ingat kepadaKU ............ . !!!!!!!
Percayalah AKU selalu mengasihimu, dan AKU tetap berharap
suatu saat engkau akan menyapa KU, memohon perlindungan KU,
bersujud menghadap KU ...... Yang selalu menyertaimu setiap saat
............ ...

Yang Slalu
Mengasihimu,


Allah SWT ......

Note: apakah kau memiliki cukup waktu untuk mengirimkan/mengenalkan blog/surat ini kepada orang lain yang kau sayangi??? Untuk mengingatkan mereka bahwa segala
apapun yang kita terima hingga saat ini,

datangnya
hanya dari ALLAH semata."

Sebuah ingatan dari seorang sahabat

Alhamdulillah ya Allah. Engkau telah berikan teman yang senantiasa mengingatkan diri ini dikala sedang jauh dari-Mu. Terima kasih untuk teman atas pesannya. mohon ijin untuk mempublish ya, semoga dapat dijadikan pelajaran juga buat yang lain. Dalam doaku, semoga Allah menerima amal ibadahmu.


Sekiranya kamu merasa dirimu jauh dari Allah...
Sekiranya kamu merasa dirimu lalai dari Allah...
Sekiranya kamu merasa dirimu kotor dengan dosa dan kejahatan...
Sekiranya kamu merasa dirimu kurang amalan...
Sesungguhnya... Itu tanda Allah masih sayang


Namun... Cukupkah merasa dan memikirkan begitu saja?
Cukupkah sekadar meratapi, dan menyesali diri kurang berzikir?
"Usahlah sibuk menyebut diri kurang berzikir...
Usah berlama meratapi masa lalu yang terbuang...

Bangun!!!

Kalau kurang berzikir... segera berzikir...
Kalau terkalahkan oleh nafsu tidak bisa bangun beramal...Tunggu apa lagi? Persiapkan amalan....
Kalau jijik karena diri kotor dengan dosa...Apa lagi hendak ditunggu? Bertaubat dan kembali....
DIA pasti menyambut dengan gembira"

Sebenarnya...
Sekedar bersedih dan berlama menyesali diri tanpa upaya
merasa kurang beramal tanpa tindakan itu dari Syaitan.

Usah menunggu keinginan, niat, dan rencana kebaikan terpupus oleh kedatangan maut. Saat itu menangis menitiskan airmata darah sekalipun sudah tak berguna lagi.

Minggu, 11 April 2010

KASIHILAH ORANG YANG PALING DEKAT DENGANMU

Lima tahun yang lalu, Alloh telah memanggil orang yang kusayangi, sering aku bertanya-tanya, bagaimana keadaan istri saya sekarang di alam surga, baik-baik sajakah? Dia pasti sangat sedih karena sudah meninggalkan sorang suami yang tidak mampu mengurus rumah dan seorang anak yang masih begitu kecil. Begitulah yang kurasakan, karena selama ini saya merasa bahwa saya telah gagal, tidak bisa memenuhi kebutuhan jasmani dan rohani anak saya, dan gagal untuk menjadi ayah dan ibu untuk anak saya.

Pada suatu hari, ada urusan penting di tempat kerja, aku harus segera berangkat ke kantor, anak saya masih tertidur. Ohhh... aku harus menyediakan makan untuknya. Karena masih ada sisa nasi, jadi aku menggoreng telur untuk dia makan. Setelah memberitahu anak saya yang masih mengantuk, kemudian aku bergegas berangkat ke tempat kerja. Peran ganda yang kujalani, membuat energiku benar-benar terkuras. Suatu hari ketika aku pulang kerja aku merasa sangat lelah, setelah bekerja sepanjang hari. Hanya sekilas aku memeluk dan mencium anakku, saya langsung masuk ke kamar tidur, dan melewatkan makan malam. Namun, ketika aku merebahkan badan ke tempat tidur dengan maksud untuk tidur sejenak menghilangkan kepenatan, tiba-tiba saya merasa ada sesuatu yang pecah dan tumpah seperti cairan hangat! Aku membuka selimut dan..... di sanalah sumber 'masalah'nya ... sebuah mangkuk yang pecah dengan mie instan yang berantakan di seprai dan selimut!


Ya Alloh..! Aku begitu marah, aku mengambil gantungan pakaian, dan langsung menghujani anak saya yang sedang gembira bermain dengan mainannya, dengan pukulan-pukulan! Dia hanya menangis, sedikitpun tidak meminta belas kasihan, dia hanya memberi penjelasan singkat:


"Ayah, tadi aku merasa lapar dan tidak ada lagi sisa nasi. Tapi ayah belum pulang, jadi aku ingin memasak mie instan. Aku ingat, ayah pernah mengatakan untuk tidak menyentuh atau menggunakan kompor gas tanpa ada orang dewasa di sekitar, maka aku menyalakan mesin air minum ini dan menggunakan air panas untuk memasak mie. Satu untuk ayah dan yang satu lagi untuk saya ... Karena aku takut mie'nya akan menjadi dingin, jadi aku menyimpannya di bawah selimut supaya tetap hangat sampai ayah pulang. Tapi aku lupa untuk mengingatkan ayah karena aku sedang bermain dengan mainan saya ... Saya minta maaf Ayah ... "


Seketika, air mata mulai mengalir di pipiku ... tetapi, saya tidak ingin anak saya melihat ayahnya menangis maka aku berlari ke kamar mandi dan menangis dengan menyalakan shower di kamar mandi untuk menutupi suara tangis saya. Setelah beberapa lama, aku hampiri anak saya, memeluknya dengan erat dan memberikan obat kepadanya atas luka bekas pukulan dipantatnya, lalu aku membujuknya untuk tidur. Kemudian aku membersihkan kotoran tumpahan mie di tempat tidur. Ketika semuanya sudah selesai dan lewat tengah malam, aku melewati kamar anakku, dan melihat anakku masih menangis, bukan karena rasa sakit di pantatnya, tapi karena dia sedang melihat foto ibu yang dikasihinya.


Satu tahun berlalu sejak kejadian itu, saya mencoba, dalam periode ini, untuk memusatkan perhatian dengan memberinya kasih sayang seorang ayah dan juga kasih sayang seorang ibu, serta memperhatikan semua kebutuhannya. Tanpa terasa, anakku sudah berumur tujuh tahun, dan akan lulus dari Taman Kanak-kanak. Untungnya, insiden yang terjadi tidak meninggalkan kenangan buruk di masa kecilnya dan dia sudah tumbuh dewasa dengan bahagia.

Namun... belum lama, aku sudah memukul anakku lagi, saya benar-benar menyesal.... Guru Taman Kanak-kanaknya memanggilku dan memberitahukan bahwa anak saya absen dari sekolah. Aku pulang kerumah lebih awal dari kantor, aku berharap dia bisa menjelaskan. Tapi ia tidak ada dirumah, aku pergi mencari di sekitar rumah kami, memangil-manggil namanya dan akhirnya menemukan dirinya di sebuah toko alat tulis, sedang bermain komputer game dengan gembira. Aku marah, membawanya pulang dan menghujaninya dengan pukulan-pukulan.

Dia diam saja lalu mengatakan, "Aku minta maaf, Ayah". Selang beberapa lama aku selidiki, ternyata ia absen dari acara "pertunjukan bakat" yang diadakan oleh sekolah, karena yg diundang adalah siswa dengan ibunya. Dan itulah alasan ketidakhadirannya karena ia tidak punya ibu..... Beberapa hari setelah penghukuman dengan pukulan rotan, anakku pulang ke rumah memberitahu saya, bahwa disekolahnya mulai diajarkan cara membaca dan menulis. Sejak saat itu, anakku lebih banyak mengurung diri di kamarnya untuk berlatih menulis, yang saya yakin, jika istri saya masih ada dan melihatnya ia akan merasa bangga, tentu saja dia membuat saya bangga juga!


Waktu berlalu dengan begitu cepat, satu tahun telah lewat. Saat ini musim dingin,dan hari raya idul fitri pun telah tiba. tapi astagfirulloh, anakku membuat masalah lagi. Ketika aku sedang menyelasaikan pekerjaan di hari-hari terakhir kerja, tiba-tiba kantor pos menelpon. Karena pengiriman surat sedang mengalami puncaknya, tukang pos juga sedang sibuk-sibuknya, suasana hati mereka pun jadi kurang bagus. Mereka menelpon saya dengan marah-marah, untuk memberitahu bahwa anak saya telah mengirim beberapa surat tanpa alamat. Walaupun saya sudah berjanji untuk tidak pernah memukul anak saya lagi, tetapi saya tidak bias menahan diri untuk tidak memukulnya lagi, karena saya merasa bahwa anak ini sudah benar-benar keterlaluan. Tapi sekali lagi, seperti sebelumnya, dia meminta maaf : "Maaf, Ayah". Tidak ada tambahan satu kata pun untuk menjelaskan alasannya melakukan itu.


Setelah itu saya pergi ke kantor pos untuk mengambil surat-surat tanpa alamat tersebut lalu pulang. Sesampai di rumah, dengan marah saya mendorong anak saya ke sudut mempertanyakan kepadanya, perbuatan konyol apalagi ini? Apa yang ada dikepalanya? Jawabannya, di tengah isak-tangisnya, adalah : "Surat-surat itu untuk ibu.....". Tiba-tiba mataku berkaca-kaca. .... tapi aku mencoba mengendalikan emosi dan terus bertanya kepadanya: "Tapi kenapa kamu memposkan begitu banyak surat-surat, pada waktu yg sama?" Jawaban anakku itu : "Aku telah menulis surat buat ibu untuk waktu yang lama, tapi setiap kali aku mau menjangkau kotak pos itu, terlalu tinggi bagiku, sehingga aku tidak dapat memposkan surat-suratku. Tapi baru-baru ini, ketika aku kembali ke kotak pos, aku bisa mencapai kotak itu dan aku mengirimkannya sekaligus". Setelah mendengar penjelasannya ini, aku kehilangan kata-kata, aku bingung, tidak tahu apa yang harus aku lakukan, dan apa yang harus aku katakana .... Aku bilang pada anakku, "Nak, ibu sudah berada di surga, jadi untuk selanjutnya, jika kamu hendak menuliskan sesuatu untuk ibu, cukup dengan membakar surat tersebut maka surat akan sampai kepada ibu. Setelah mendengar hal ini, anakku jadi lebih tenang, dan segera setelah itu, ia bisa tidur dengan nyenyak. Saya berjanji akan membakar surat-surat atas namanya, jadi saya membawa surat-surat tersebut ke luar, tapi.... saya jadi penasaran untuk tidak membuka surat tersebut sebelum mereka berubah menjadi abu.


Dan salah satu dari isi surat-suratnya membuat hati saya hancur......


'Ibu sayang', Saya sangat merindukanmu! Hari ini, ada sebuah acara 'Pertunjukan Bakat' di sekolah, dan mengundang semua ibu untuk hadir di pertunjukan tersebut. Tapi kamu tidak ada, jadi saya tidak ingin menghadirinya juga. Aku tidak memberitahu ayah tentang hal ini karena aku takut ayah akan mulai menangis dan merindukanmu lagi. Saat itu untuk menyembunyikan kesedihan, aku duduk di depan komputer dan mulai bermain game di salah satu toko. Ayah keliling-keliling mencari saya, setelah menemukanku ayah marah, dan aku hanya bisa diam, ayah memukul aku, tetapi aku tidak menceritakan alasan yang sebenarnya. Ibu, setiap hari saya melihat ayah merindukanmu, setiap kali dia teringat padamu, ia begitu sedih dan sering bersembunyi dan menangis di kamarnya. Saya pikir kita berdua amat sangat merindukanmu. Terlalu berat untuk kita berdua, saya rasa. Tapi ibu, aku mulai melupakan wajahmu. Bisakah ibu muncul dalam mimpiku sehingga saya dapat melihat wajahmu dan ingat ibu? Temanku bilang jika kau tertidur dengan foto orang yang kamu rindukan, maka kamu akan melihat orang tersebut dalam mimpimu. Tapi ibu, mengapa engkau tak pernah muncul?


Setelah membaca surat itu, tangisku tidak bisa berhenti karena saya tidak pernah bisa menggantikan kesenjangan yang tak dapat digantikan semenjak ditinggalkan oleh istri saya ....


Untuk para suami, yang telah dianugerahi seorang istri yang baik, Untuk para istri, yang telah dianugerahi seorang suami yang baik, selalu berterima-kasihlah setiap hari pada pasanganmu . Dia telah rela menghabiskan sisa umurnya untuk menemani hidupmu, membantumu, mendukungmu, memanjakanmu, membimbingmu dan selalu setia menunggumu, menjaga dan menyayangi dirimu dan anak-anakmu. Hargailah keberadaannya, kasihilah dan cintailah dia sepanjang hidupmu dengan segala kekurangan dan kelebihannya, karena apabila engkau telah kehilangan dia, tidak ada emas permata, intan berlian yg bisa menggantikan posisinya.


Sumber : http://www.facebook.com/pages/KUMPULAN-CERITA-PENUH-HIKMAH/261842128136?ref=nf#!/notes/kumpulan-cerita-penuh-hikmah/kasihilah-orang-yang-paling-dekat-denganmu/381484885841

SURAT CINTA DARI MANUSIA-MANUSIA YANG MALAMNYA PENUH CINTA

Kami tujukan kepada :
Insan yang tersia-sia malamnya
Assalamu'alaikum warohmatulloohi wabarokaatuh
Wahai orang-orang yang terpejam matanya,

Perkenankanlah kami, manusia-manusia malam menuliskan sebuah surat cinta kepadamu. Seperti halnya cinta kami pada waktu malam-malam yang kami rajut di sepertiga terakhir. Atau seperti cinta kami pada keagungan dan rahasianya yang penuh pesona. Kami tahu dirimu bersusah payah lepas tengah hari berharap intan dan mutiara dunia.
Namun kami tak perlu bersusah payah, sebab malam-malam kami berhiaskan intan dan mutiara dari surga.

Wahai orang-orang yang terlelap,
Sungguh nikmat malam-malammu. Gelapnya yang pekat membuat matamu tak mampu melihat energi cahaya yang tersembunyi di baliknya. Sunyi senyapnya membuat dirimu hanyut tak menghiraukan seruan cinta. Dinginnya yang merasuk semakin membuat dirimu terlena,menikmati tidurmu di atas pembaringan yang empuk, bermesraan dengan bantal dan gulingmu, bergeliat manja di balik selimutmu yang demikian hangatnya. Aduhai kau sangat menikmatinya.

Wahai orang-orang yang terlena,
Ketahuilah, kami tidak seperti dirimu !! Yang setiap malam terpejam matanya, yang terlelap pulas tak terkira. Atau yang terlena oleh suasananya yang begitu menggoda. Kami tidak seperti dirimu !! Kami adalah para perindu kamar di surga. Tak pernahkah kau dengar Sang Insan Kamil, Rasulullah SAW bersabda : "Sesungguhnya di surga itu ada kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya terlihat dari luar. Disediakan untuk mereka yang memberi makan orang-orang yang memerlukannya, menyebarkan salam serta mendirikan sholat pada saat manusia terlelap dalam tidur malam." Sudahkah kau dengar tadi ? Ya, sebuah kamar yang menakjubkan untuk kami dan orang-orang yang mendirikan sholat pada saat manusia-manusia yang lain tertutup mata dan hatinya.

Wahai orang-orang yang keluarganya hampa cinta,
Kau pasti pernah mendengar namaku disebut. Aku Abu Hurairah, Periwayat Hadist. Kerinduanku akan sepertiga malam adalah hal yang tak terperi. Penghujung malam adalah kenikmatanku terbesar. Tapi tahukah kau ? Kenikmatan itu tidak serta merta kukecap sendiri.
Kubagi malam-malamku yang penuh syahdu itu menjadi tiga. Satu untukku, satu untuk istriku tercinta dan satu lagi untuk pelayan yang aku kasihi. Jika salah satu dari kami selesai mendirikan sholat, maka kami bersegera membangunkan yang lain untuk menikmati bagiannya. Subhanallah, tak tergerakkah dirimu ? Pedulikah kau pada keluargamu ? Adakah kebaikan yang kau inginkan dari mereka ? Sekedar untuk membangunkan orang-orang yang paling dekat denganmu, keluargamu ?
Lain lagi dengan aku, Nuruddin Mahmud Zanki. Sejarah mencatatku sebagai Sang Penakluk kesombongan pasukan salib. Suatu kali seorang ulama tersohor Ibnu Katsir mengomentari diriku, katanya, " Nuruddin itu kecanduan sholat malam, banyak berpuasa dan berjihad dengan
akidah yang benar." Kemenangan demi kemenangan aku raih bersama pasukanku. Bahkan pasukan musuh itu terlibat dalam sebuah perbincangan seru. Kata mereka, " Nuruddin Mahmud Zanki menang bukan karena pasukannya yang banyak. Tetapi lebih karena dia mempunyai rahasia bersama Tuhan". Aku tersenyum, mereka memang benar. Kemenangan yang kuraih adalah karena do'a dan sholat-sholat malamku yang penuh kekhusyu'an.
Tahukah kau dengan orang yang selalu setia mendampingiku ? Dialah Istriku tercinta, Khotun binti Atabik. Dia adalah istri shalehah di mataku, terlebih di mata Alloh. Malam-malam kami adalah malam penuh kemesraan dalam bingkai Tuhan. Gemerisik dedaunan dan desahan angin
seakan menjadi pernak-pernik kami saat mendung di mata kami jatuh berderai dalam sujud kami yang panjang.
Kuceritakan padamu suatu hari ada kejadian yang membuat belahan jiwaku itu tampak murung. Kutanyakan padanya apa gerangan yang membuatnya resah. Ya Allah, ternyata dia tertidur, tidak bangun pada malam itu, sehingga kehilangan kesempatan untuk beribadah. Astaghfirulloh, aku menyesal telah membuat dia kecewa. Segera setelah peristiwa itu kubayar saja penyesalanku dengan mengangkat seorang pegawai khusus untuknya. Pegawai itu kuperintahkan untuk menabuh genderang agar kami terbangun di sepertiga malamnya.

Wahai orang-orang yang terbuai,
Kau pasti mengenalku dalam kisah pembebasan Al Aqso, rumah Allah yang diberkati. Akulah pengukir tinta emas itu, seorang Panglima Perang, Sholahuddin Al-Ayyubi. Orang-orang yang hidup di zamanku mengenalku tak lebih dari seorang Panglima yang selalu menjaga sholat berjama'ah. Kesenanganku adalah mendengarkan bacaan Alqur'an yang indah dan syahdu. Malam-malamku adalah saat yang paling kutunggu. Saat-saat dimana aku bercengkerama dengan Tuhanku. Sedangkan siang hariku adalah perjuangan-perjuangan nyata, pengejawantahan cintaku pada-Nya.

Wahai orang-orang yang masih saja terlena,
Pernahkah kau mendengar kisah penaklukan Konstantinopel ? Akulah orang dibalik penaklukan itu, Sultan Muhammad Al Fatih. Aku sangat lihai dalam memimpin bala tentaraku. Namun tahukah kau bahwa sehari sebelum penaklukan itu, aku telah memerintahkan kepada pasukanku untuk berpuasa pada siang harinya. Dan saat malam tiba, kami laksanakan sholat malam dan munajat penuh harap akan pertolongan-Nya.Jika Allah memberikan kematian kepada kami pada siang hari disaat kami berjuang, maka kesyahidan itulah harapan kami terbesar. Biarlah siang hari kami berada di ujung kematian, namun sebelum itu, di ujung malamnya Alloh temukan kami berada dalam kehidupan. Kehidupan dengan menghidupi malam kami.

Wahai orang-orang yang gelap mata dan hatinya,
Pernahkah kau dengar kisah Penduduk Basrah yang kekeringan ? Mereka sangat merindukan air yang keluar dari celah-celah awan. Sebab terik matahari terasa sangat menyengat, padang pasir pun semakin kering dan tandus. Suatu hari mereka sepakat untuk mengadakan Sholat Istisqo yang langsung dipimpin oleh seorang ulama di masa itu. Ada wajah-wajah besar yang turut serta di sana, Malik bin Dinar, Atho' As-Sulami, Tsabit Al-Bunani. Sholat dimulai, dua rakaat pun usai. Harapan terbesar mereka adalah hujan-hujan yang penuh berkah.
Namun waktu terus beranjak siang, matahari kian meninggi, tak ada tanda-tanda hujan akan turun. Mendung tak datang, langit membisu, tetap cerah dan biru. Dalam hati mereka bertanya-tanya, adakah dosa-dosa yang kami lakukan sehingga air hujan itu tertahan di langit ? Padahal kami semua adalah orang-orang terbaik di negeri ini ?
Sholat demi sholat Istisqo didirikan, namun hujan tak kunjung datang. Hingga suatu malam, Malik bin Dinar dan Tsabit Al Bunani terjaga di sebuah masjid. Saat malam itulah, aku, Maimun, seorang pelayan, berwajah kuyu, berkulit hitam dan berpakaian usang, datang ke masjid itu. Langkahku menuju mihrab, kuniatkan untuk sholat Istisqo sendirian, dua orang terpandang itu mengamati gerak gerikku.
Setelah sholat, dengan penuh kekhusyu'an kutengadahkan tanganku ke langit, seraya berdo'a :
"Tuhanku, betapa banyak hamba-hamba-Mu yang berkali-kali datang kepada-Mu memohon sesuatu yang sebenarnya tidak mengurangi sedikitpun kekuasaan-Mu. Apakah ini karena apa yang ada pada-Mu sudah habis ? Ataukah perbendaharaan kekuasaan-Mu telah hilang Tuhanku, aku bersumpah atas nama-Mu dengan kecintaan-Mu kepadaku agar Engkau berkenan memberi kami hujan secepatnya."
Lalu apa gerangan yang terjadi ? Angin langsung datang bergemuruh dengan cepat, mendung tebal di atas langit. Langit seakan runtuh mendengar do'a seorang pelayan ini. Do'aku dikabulkan oleh Tuhan, hujan turun dengan derasnya, membasahi bumi yang tandus yang sudah lama merindukannya.
Malik bin Dinar dan Tsabit Al Bunani pun terheran-heran dan kau pasti juga heran bukan ? Aku, seorang budak miskin harta, yang hitam pekat, mungkin lebih pekat dari malam-malam yang kulalui. Hanya manusia biasa, tapi aku menjadi sangat luar biasa karena doaku yang
makbul dan malam-malam yang kupenuhi dengan tangisan dan taqarrub pada-Nya.

Wahai orang-orang yang masih saja terpejam,
Penghujung malam adalah detik-detik termahal bagiku, Imam Nawawi. Suatu hari muridku menanyakan kepadaku, bagaimana aku bisa menciptakan berbagai karya yang banyak ? Kapan aku beristirahat, bagaimana aku mengatur tidurku ? Lalu kujelaskan padanya, "Jika aku
mengantuk, maka aku hentikan sholatku dan aku bersandar pada buku-bukuku sejenak.
Selang beberapa waktu jika telah segar kembali, aku lanjutkan ibadahku."
Aku tahu kau pasti berpikir bahwa hal ini sangat sulit dijangkau oleh akal sehatmu. Tapi lihatlah, aku telah melakukannya, dan sekarang kau bisa menikmati karya-karyaku.

Wahai orang-orang yang tergoda,
Begitu kuatkah syetan mengikat tengkuk lehermu saat kau tertidur pulas ? Ya, sangat kuat, tiga ikatan di tengkuk lehermu !! Dia lalu menepuk setiap ikatan itu sambil berkata, "Hai manusia, Engkau masih punya malam panjang, karena itu tidurlah !!".
Hei, Sadarlah, sadarlah, jangan kau dengarkan dia, itu tipu muslihatnya ! Syetan itu berbohong kepadamu. Maka bangunlah, bangkitlah, kerahkan kekuatanmu untuk menangkal godaannya. Sebutlah nama Alloh, maka akan lepas ikatan yang pertama. Kemudian, berwudhulah, maka akan lepas ikatan yang kedua. Dan yang terakhir, sholatlah, sholat seperti kami, maka akan lepaslah semua ikatan- ikatan itu.

Wahai orang-orang yang masih terlelap,
Masihkah kau menikmati malam-malammu dengan kepulasan ? Masihkah ? Adakah tergerak hatimu untuk bangkit, bersegera, mendekat kepada-Nya,bercengkerama dengan-Nya, memohon keampunan-Nya, meski hanya 2 rakaat ? Tidakkah kau tahu, bahwa Alloh turun ke langit bumi pada 1/3 malam yang pertama telah berlalu. Tidakkah kau tahu, bahwa Dia berkata, "Akulah Raja, Akulah Raja, siapa yang memohon kepada-Ku akan Kukabulkan, siapa yang meminta kepada-Ku akan Kuberi, dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku akan Ku ampuni. Dia terus berkata demikian, hingga fajar merekah.

Wahai orang-orang yang terbujuk rayu dunia,
Bagi kami, manusia-manusia malam, dunia ini sungguh tak ada artinya. Malamlah yang memberi kami kehidupan sesungguhnya. Sebab malam bagi kami adalah malam-malam yang penuh cinta, sarat makna. Masihkah kau terlelap ? Apakah kau menginginkan kehidupan sesungguhnya ? Maka ikutilah jejak kami, manusia-manusia malam. Kelak kau akan temukan cahaya di sana, di waktu sepertiga malam. Namun jika kau masih ingin terlelap, menikmati tidurmu di atas pembaringan yang empuk, bermesraan dengan bantal dan gulingmu, bergeliat manja di balik
selimutmu yang demikian hangatnya, maka surat cinta kami ini sungguh tak berarti apa-apa bagimu.
Semoga Allah mempertemukan kita di sana, di surga-Nya, mendapati dirimu dan diri kami dalam kamar-kamar yang sisi luarnya terlihat dari dalam dan sisi dalamnya terlihat dari luar. Semoga...

Wassalamu'alaikum warahmatulloohi wabarokaatuh
Sumber : http://www.facebook.com/notes/kumpulan-cerita-penuh-hikmah/surat-cinta-dari-manusia-manusia-yang-malamnya-penuh-cinta/382688095841