Senin, 10 Mei 2010

Taaruf Vs Pacaran

Assalamu’alaikum wrb

Semoga limpahan kasih sayang-Nya, senantiasa terlimpahkan pada teman-teman semua. Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah yang masih memberikan kesempatan jari tangan tuk menekan tombol huruf di keyboard, menulis, merangkai kata mengajak kepada kebaikan. Semoga bermanfaat.

Sering teman, adik, menanyakan, zae, mas, abang udah punya pacar belum, kapan mau menikah ?, jawabku hanyalah mohon doanya aja. Namun kadang saya jawab maaf tidak ada kamus dibenakku tuk pacaran, insyallah kalau udah siap zae melakukan taaruf saja, bukan pacaran, insyaallah lebih berkah. SO..ZAE SAY NO “PACARAN” .Pertanyaannya adalah apa sih bedanya pacaran sama taaruf.

Nah pada kesempatan ini, zae mengangkat tema mengenai taaruf versi pacaran.

Perbedaan Taaruf dan PACARAN

Tujuan :
- Taaruf (t) : mengenal calon istri/suami, dengan harapan ketika ada kecocokan antara kedua belah pihak berlanjut dengan pernikahan.
- Pacaran (p) : mengenal calon pacar, dengan harapan ketika ada kecocokan antara kedua belah pihak berlanjut dengan pacaran, syukur-syukur bisa nikah …

Kapan dimulai
- t : saat calon suami dan calon istri sudah merasa bahwa menikah adalah suatu kebutuhan, dan sudah siap secara fisik, mental serta materi.
- p : saat sudah diledek sama teman:”koq masih jomblo?”, atau saat butuh temen curhat, atau saat taruhan dengan teman.

Waktu
- t : sesuai dengan adab bertamu.
- p : pagi boleh, siang oke, sore ayo, malam bisa, dini hari klo ngga ada yang komplain juga ngga apa-apa.

Tempat pertemuan
- t : di rumah sang calon, balai pertemuan, musholla, masjid, sekolahan.
- p : di rumah sang calon, kantor, mall, cafe, diskotik, tempat wisata, kendaraan umum & pribadi, pabrik.

Frekuensi pertemuan
- t : lebih sedikit lebih baik karena menghindari zina hati.
- p : lazimnya seminggu sekali, pas malem minggu.

Lama pertemuan
- t : sesuai dengan adab bertamu
- p : selama belum ada yang komplain, lanjut !

Materi pertemuan
- t : kondisi pribadi, keluarga, harapan, serta keinginan di masa depan.
- p : cerita apa aja kejadian minggu ini, ngobrol ngalur-ngidul, ketawa-ketiwi.

Jumlah yang hadir
- t : minimal calon lelaki, calon perempuan, serta seorang pendamping (bertiga). maksimal tidak terbatas (disesuaikan adab tamu).
- p : calon lelaki dan calon perempuan saja (berdua). klo rame-rame bukan pacaran, tapi rombongan.

Biaya
- t : secukupnya dalam rangka menghormati tamu (sesuai adab tamu).
- p : kalau ada biaya: ngapel, kalau ngga ada absent dulu atau cari pinjeman, terus tempat pertemuannya di rumah aja kali ya? tapi gengsi dong pacaran di rumah doang ?? apa kata doi coba ??

Lamanya
- t : ketika sudah tidak ada lagi keraguan di kedua belah pihak, lebih cepat lebih baik. dan ketika informasi sudah cukup (bisa seminggu, sebulan, 2 bulan), apa lagi yang ditunggu-tunggu?
- p : bisa 3 bulan, 6 bulan, setahun, 2 tahun, bahkan mungkin 10 tahun.

Saat tidak ada kecocokan saat proses
- t : salah satu pihak bisa menyatakan tidak ada kecocokan, dan proses stop dengan menyebut alasannya.
- p : salah satu pihak bisa menyatakan tidak ada kecocokan, dan proses stop dengan/tanpa menyebut alasannya.Sumber : http://halaqohdakwah.wordpress.com

Nah kan udah jelas kan bedanya taaruf sama pacaran. Buat teman teman yang berpacaran, kalau emang udah siap, mbok ya segera aja menikah, lebih halal, berkah, daripada banyak berbuat zina (zina hati, zina mata, dan zina lainya )yang menambah dosa. Kalau belum siap berpuasalah sebagaimana disunnahkan Rasul.

Terus kapan zae mau taaruf? Wah kalau yang ini zae dan murabbi aja yang tahu..hohohoho. Semoga zae mendapatkan istri yang sholehah, istri pilihan Allah yang dititipkan kepada zae, melalui jalan yang akan zae jalani, entah tahun ini ,atau tahun berikutnya..Amin

Dari Jabir bin Abdullah ra, Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah ia menyendiri ( berduaan) bersama seorang wanita tanpa ditemani mahromnya, karena yang ketiganya adalah setan” (HR Ahmad)



Minggu, 09 Mei 2010

Ayuk Memotivasi Diri...SEMANGAT

Tidak jarang kita berpikir, mengeluarkan perkataan baik langsung atau tidak langsung atau mungkin menuliskan status difacebook malah akan memperlemah diri sendiri.
Seperti “ duh lagi pusing nih…” “lagi males….”, dll, yang membuat kita malas untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat.

Mengapa tidak menuliskan status yang dapat memotivasi diri atau memotivasi orang lain. Nah…sering kan kita malas untuk menjalankan sunnah rasulullah seperti shalat tahajud, syaum sunah, shalat berjamaah, dll
Salah satu cara untuk dapat melaksanakan sunah Rasul dengan ringan adalah dengan memotivasi diri kita, karena orang berbuat sebagian besar dipengaruhi oleh motivasi. Dibawah ini contoh memotivasi diri kita melaksanakan sunah Rasul..

Ayuk shalat Tahajud….
Saya harus bisa tahajud..
Saya harus tahajud..
Saya harus tahajud..
Tahajud itu nikmat…
Tahajud Jalan keselamatan..
Tahajud Jalan kemuliaan..
Dengan tahajud kuat meghadapi hidup ini
Dengan tahajud membuka pertolongan Allah
Dengan tahajud akan disayang oleh Allah
Dengan tahajud pintu menuju surga

Nah, habis memotivasi diri kita seperti ini, insyaallah Allah kan membangunkan kita untuk shalat tahajud..

Ayuk shaum sunnah
Saya kuat…
Saya kuat…
Dengan syaum lebih terpelihara
Dengan syaum doa lebih mustajab
Dengan syaum nafsu terkendali
Dengan syaum amarah tertata,
Dengan syaum pandangan terjaga,
Dengan syaun pahala tidak terhingga
Dengan syaum menyehatkan badan
Dengan syaum pintu menuju surga

Ayuk Shalat berjamaah
Harus berjamaah…
Harus berjamaah..
Dengan shalat berjamaah, pahala banyak
Dengan berjamaah disayang Allah
Dengan berjamaah, tali silaturrahmi tetap terjaga.
Dengan berjamaah, satu langkah ke masjid dapat menebus dosa
Dengan berjamaah, pintu menuju surge.
Harus bisa,
Harus bisa,
Harus bisa,
kalau orang lain bisa mengapa aku gak bisa..SEMANGATTTTTTTTTTT..


Mudah mudahan kita semua digolongkan termasuk orang yang dapat memotivasi diri dan Istiqomah menjalankan perintah-Nya. Amin

Kado buat temanku........

Teruntuk Teman ku yang hari ini Milad, Semoga kado ini bermanfaat

Detik berganti detik, Menit berganti menit, Jam berganti jam, Hari berrganti hari, Bulan berganti bulan, akhirnya tahun berganti tahun, menambah satu tahun umur dirimu
Sebuah kehidupan yang tiada tara indahnya
Dirimu untuk merintis tujuan….
Dirimu untuk memberi kebaikan kepada orang lain….

Dirimu untuk mempelajari hal baru….
Dirimu untuk memberi senyum…
dan Dirimu untuk menikmati hari ini…
serta semoga kedepannya, Dirimu bersama orang yang disayangi….
Waktu tak dapat ditunda, tak dapat ditahan dan tak mungkin ada yang mampu mengulang.
Allah menggunakan cara-cara yang unik untuk mendidik kita.
Allah memberi Kekuatan… dengan cara memberi kesulitan-kesulitan untuk membuat kita tegar.
Allah memberi kebijakan… dengan cara memberi berbagai persoalan hidup untuk diselesaikan agar bertambah bijaksana.
Allah memberi kemakmuran…dengan cara memberi Otak dan Tenaga untuk dipergunakan sepenuhnya dalam mencapai kemakmuran.
Allah memberi Keteguhan Hati…dengan cara memberi Bencana dan Bahaya untuk diatasi.
Allah memberi Cinta…dengan cara memberi orang-orang bermasalah untuk diselamatkan dan dicintai.
Allah memberi Kemurahan Kebaikan Hati…dengan cara memberi kesempatan-kesempatan yang silih berganti.
Semoga kita makin mengerti ini, sehingga apapun yang terjadi, kita terus dapat tersenyum dan mengucapkan “ALHAMDULILLAH” di hati dan di bibir kita.
Waktu tak dapat ditunda, tak dapat ditahan dan tak mungkin ada yang mampu mengulang, Itu artinya, umurmu pun berkurang. Dirimu... semakin dekat ke liang lahat.

Sebelum terlambat… selama kita masih diberikan nafas oleh Allah…
Mari kita cintai Allah dengan sepenuh hati
Dekati Allah… Jaga selalu Allah dihatimu… Ingatlah Allah dimanapun kamu berada

Karena pencarian hidup seorang mukmin adalah menuju Allah..
Mencari ridhaNya..

Luruskan niat mu, perbaiki niatmu, dengan niat yang sungguh-sungguh karena Allah & mengharapkan ridha Allah… mulai hari Ini… sekarang Juga… Dan Jangan menundanya sampai besok…
Karena belum tentu esok hari masih bisa bernafas…

Dirikanlah solat 5 waktu tepat waktunya & jangan menunda-nundanya
Dan janganlah kamu simpan kitab mu didalam lemari atau meja sehingga penuh debu, tapi bacalah kitab Suci mu Al Quran & pelajari makna yg terkandung didalamnya
Sedekahkanlah sedikit rezeki mu kepada orang-orang yg kurang mampu
Perbanyaklah mengingat Allah dengan selalu berzikir & bertasbih
Dan janganlah kamu selalu menuntut hakmu kepada Allah… padahal kamu sering lalai menjalankan kewajibanmu kepada Allah

Tetaplah berprasangka baik kepada Allah, Karena sesungguhnya Allah sangat menyayangi & mencintaimu…

Temanku
Semoga Allah memberkahi sisa umurmu,
mari menangguk pahala, meraih rahmat dan ampunan Allah sebanyak-banyaknya sekarang juga. Perbanyaklah dzikir, bersedekah, berjihad dan beramal shalih.....Tak ada kata terlambat untuk melakukan kebaikan. Sekarang dan jangan tunda-tunda lagi niat baik mu.... Semoga Allah meneguhkan kekuatan untuk melakukan kebaikan yang dirimu niatkan...
Amiiin.

Dengan bertambah umurmu ini, saya ucapkan
Met Milad untukmu,
Semoga Di umur yang baru ini, membuatmu sadar bahwa sebenarnya ulang tahun bukanlah pertambahan umur melainkan semakin berkurangnya jatah kehidupan kita. Dan sebelum ajal menjemput, mari kita bersama-sama melakukan yang terbaik.

Doing the best..
dan sekali lagi
Met Milad
selamat ulang tahun…..

Sugeng tanggap warsa
Happy birthday to You...


zaenal
(Temanmu)

KEMBALI KE MENU UTAMA

Rabu, 05 Mei 2010

Aku merindukan seorang SAHABAT.

Selama ini alhamdulillah aku mempunyai banyak teman (teman kampung, teman sd, teman smp, teman sma, teman kuliah, teman kerja, teman main dan teman lainnya), saudara (saudara kandung, kakak, mbak, pakde, bude,paklek, bulek, dll), sudah ratusan teman yang aku kenal, namun mencari sahabat kok begitu sulit. Maksud dari SAHABAT disini adalah “DIA SELALU BERSAMA KITA SAAT SEDIH MAUPUN SENANG, NAMUN TIDAK ITU SAJA DIA YANG SENANTIASA MENGINGATKAN UNTUK SELALU DEKAT DENGAN-NYA”. SAHABAT disini bukan sebagai istri atau suami ya. Kalau suami atau istri itu sahabat sejati..hohoho.

Selama ini kebanyakan teman ada kalau pas acara kumpul-kumpul, nonton, merayakan reuni, acara syukuran, dll. Namun disaat untuk diajak menjenguk teman yang sakit, ada aja alasan untuk tidak ikut, padahal kan itu salah satu kewajiban kita terhadap saudara lo, sunnah rosulullah. Kebanyakan teman ada jika pas dalam suasana senang, sulit mencari sesosok SAHABAT.

Bahkan teman yang senantiasa untuk mengingatkan untuk senantiasa dekat dengan-Nya sangatlah sedikit, mungkin hanya teman ngaji, liqo dan murabbi.
Biarpun teman banyak dan merasa masih kurang, belum tentu aku juga SAHABAT buat dia. Namun aku berharap semoga aku bisa jadi SAHABAT buat teman-temanku. Meskipun tidak menyapa, tidak bertatap muka, semoga tulisan tulisan diblog ini, membuat teman-teman untuk senantiasa ingat kepada-Nya. Dan semoga Allah senantiasa memudahkan langkah ini untuk dibarisan depan ketika teman sedang senang atau sedih.

Teman, aku merindukan seorang SAHABAT.

Sahabat yang beriman ibarat mentari yang menyinar. Sahabat yang setia bagai pewangi yang mengharumkan. Sahabat sejati menjadi pendorong impian. Sahabat berhati mulia membawa kita ke jalan Allah.

Minggu, 02 Mei 2010

Intelijen Nabi bagian I

Materi ini saya dapatkan waktu ikut dauroh minggu kemaren yang dibawakan oleh Ustadz Agus Fanar Syukri. Ternyata ilmu intelijen ini sudah ada lho waktu jaman Nabi. Tidak cuma dipelajari di TNI dan Polri saja, Alquran dan Hadits banyak yang menerangkan mengenai kegiatan intelijen Nabi.

Kita bahas dulu mengenai pengertian intelijen, Intelijen dapat diklasifikasikan menjadi :

1. Pengetahuan

Berupa proses pengumpulan unsur unsur utama yang tersembunyi dari sebuah informasi, selanjutnya diolah, dianalisis menjadi produk intelijen(informasi yg telah dinilai dan ditafsirkan yang digunakan sbagai bahan dalam membuat perencanaan atau keputusan atau tindakan

2. Kegiatan

Intelijen adalah gerakan atau aksi berbagai kegiatan dan operasi intelijen yang dilakukan sau orang atau group kecil petugas intel. Gerakan ini berupa penyelidikan, pengamanan dan penggalangan. Kegiatan intelijen yang identik dengan memata-matai sebenarnya hanyalah salah satu dari pekerjaan/tugas untuk mengumpulkan informasi bagi kebutuhan intelijen itu sendiri

3. Organisasi

Berupa garis komando yang jelas, rapid an rahasia. Jaringan intelijen yang tertata baik, tertutup, dan tersamar dengan jejak terbungkus rapi akan sulit terendus pihak lawan. INtelijen sebagai organisasi adalah badan yang dipergunakan untuk menghasilkan produk produk intelijen dan alat yang digunakan untuk dapat melakukan aktivitas intelijen sesuai dengan fungsinya.

Kalimat yang digunakan dalam bahasa arab yang berkenaan dengan kegiatan intelijen adalah

1. tajassasa yang berarti “memata-matai”

2. Tahassus “mendengar-dengarkan”

3. Rashada “menyelidiki”

4. Tarashshud, taraqqub “pengintaian penyelidikan

Kalimat tahassus terdapat dalam firman Allah surat Yusuf 87

Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang YUSUF dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. (QS. 12:87) Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang YUSUF dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. (QS. 12:87)

INTELIJEN DALAM ALQURAN DAN HADIST

Bidang Intelijen merupakan komponen utama dalam rangkaian dakwah yang juga mendapat tutunan langsung dari Allah SWT. Merujuk pada pengertian intelijen dan cakupan kegiatannya. Al-Quran menerangkan dan memberikan tuntunan tehadap kegiatan intelijen. Alquran menerangkan pentingnya intelijen sebagai salah satu sistem kewasdaan dan pertahanan, sebagaimana dalam firmanNya

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggetarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). (QS. 8:60)

Prinsip kewasdaan yang menjadi prinsip dasar kegiatan intelijen, dalam islam tidak bertitik tolak dari perasaan curiga (su’uzhan). Ia merupakan sistem peringatan dini terutama dalam kondisi kritis. Karenanya tidak semua permasalahan dan sasaran boleh diintai atau diselidiki. Hanya pada kondisi dan terhadap subjek yang berpotensi yang dapat mengancam hak hak dasar manusia melalui pengintaian dan penyelidikan. Seperti pada saat perang, sebagaimana firman-Nya Qs.At-Taubah 5)

Berikut kegiatan intelijen yang digambarkan dalam Al-Quran

1. Menilai sumber informasi

Untuk memperoleh penjelasan tentang intelijen menurut pandangan Al-Quran, dapat dilihat dari komponen terpenting dalam kegiatan intelijen yakni informasi. Informasi dalam dunia intelijen merupakan bahan utama, oleh karena itu Alquran mengarahkan untuk meneliti informasi.

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (QS. 49:6)

2. Melengkapi dan Meneliti Kebenaran Data

Data yang sudah lengkap dan siap untuk dijadikan laporan sebagai pertimbangan dalam membuat keputusan atau kebijakan, masih harus diseleksi kembali hingga didapatkan data yang benar, lengkap dan akurat. Data harus tercipta dari lapangan dan dijamin kebenarannya, tidak dibuat-buat,. Al-Quran telah memberikan ajaran tentang cara-cara melengkapi data dan mencari kebenaran dari data tersebut. Sebagaiman ayat ayat yang menerangkan peristiwa injelijen yang menyangkut tentang Nabi Yusuf. Allah berfirman

Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Rabbnya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba kami yang terpilih. Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga koyak dan kedua-duanya mendapati suami wanita itu dimuka pintu. Wanita itu berkata: Apakah pembalasan terhadap orang yang bermaksud serong dengan isterimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih?. Yusuf berkata: Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya), dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya: Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar, dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta. Yusuf berkata: Dia menggodaku untuk menundukkan diriku (kepadanya), dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya: Jika baju gamisnya koyak di muka, maka wanita itu benar, dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta (Qs. Yusuf 24-26).

Cara melengkapi data dan mencari kebenaran dalam ayat-ayat di atas terdiri dari beberapa langkah :

1. Pengumpulan data yg ada dilapangan

2. Meneliti data dan menghasikan fakta

3. Fakta yang ada diperkuat dengan adanya data pendukung baik itu saksi maupun faktor lain.

Dalam peristiwa Nabi Yusuf, informasi didalamnya menentukan siapa yang melakukan kesalahan atau yang berada pada posisi pelaku. Dalam konteks ini perlu ditetapkan variabel-variabel yang didapatkan dari lapangan. Data-data yang terkumpul dari lapangan adalah sobeknya baju Nabi Yusuf. Ini merupakan variabel tak bebas, karena merupakan akibat dari sebuah sebab yang mendahuluinya. Tentunya ada variabel bebas yang menyebabkan sobeknya baju tersebut. Disamping itu, letak sobekan baju merupakan pertimbangan yang sangat penting dalam menentukan siapa pelaku.

3. Kontraintelijen yang ikhsan.

Dan merekapun merencanakan makar dengan sungguh-sungguh dan Kami merencanakan makar (pula), sedang mereka tidak menyadari. (QS. 27:50)

Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Akupun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya (QS. 86: 15-16)

Tipu daya yang dilancarkan oleh pihak lawan, harus ditangkal dengan operasi intelijen tandingan, yakni melalui kontraintelijen yang dilakukan secara diam-diam. Kontraintelijen melakukan deteksi dini terhadap sepak terjang operasi intelijen lawan, tentang apa saja yang mereka lakukan, seperti menyebarkan isu, propaganda atau kegiatan mata-mata. Seperti yang dilakukan pembesar kafir Quraisy untuk menahan laju perkembangan dakwah islam. Mereka menyebarkan isu bahwa Alquran adalah dongeng dongeng masa lalu, Nabi Muhammad adalah tukang sihir, penyair, dan kadang mereka mengatakan Nabi orang gila. Tidak cukup sampai disitu, mereka menyusun strategi untuk memenjarakan, mengusir bahkan membunuh Nabi

Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Qurais) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu, atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya. (QS. 8:30)

Selanjutnya dalam ayat berikutnya

Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar. (QS. 86:17)

Ayat memberikan tuntunan untuk tidak tergesa gesa dan melaksanakan operasi kontraintelijen dengan ekstra hati-hati dan teliti. Dan balasan yang dilancarkan terhadap musuh tidak boleh berlebihan karena dalam dunia intelijen islam senantiasa menjaga moral dan menjunjung tujuan utama dari risalah islam. Sebagaimana firmanNya

Dan jika kamu memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. Akan tetapi jika kamu bersabar, sesungguhnya itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar. (QS. 16:126)

Demikianlah, dan barangsiapa membalas seimbang dengan penganiayaan yang pernah ia derita kemudian ia dianiaya (lagi), pasti Allah akan menolongnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. (QS. 22:60)

Diayat lain Allah memberikan tuntunan untuk melakukan kontaintelijen dengan cara yang lebih baik dan beradap, tidak terjebak dengankepentingan sesaat dan tujuan yg pendek atau dengan cara-cara yg tidak sesuai dengan tuntunan islam.

Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan. (QS. 23:96)

Ayat ini mengarahkan untuk melakukan counter terhadap perbuatan buruk atau usaha usaha intelijen lawan dengan cara yang lebih baik dan sistematis. Melalui perencanaan, siasat, taktik dan pengorganisasian yg baik, terukur dan tepat sasaran.

Untuk sementara ini dulu yang dapat saya sampaikan mengenai intelijen Nabi, masih banyak lagi di dalam Alquran dan Hadits mengenai kegiatan intelijen yang belum saya tulis, dan juga bagaimana konsep kegiatan intelijen dalan islam. Semoga bermanfaat, dan semoga tangan ini masih diberikan kemudahan dalam menulis kembali. Amin

Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS.41:33)